Pages

Saturday, October 13, 2012

Pendidikan yang lebih baik

halo, salam..
untuk post pertama, aku sengaja ambil dari blog yg ditulis oleh tmen blogger terhebbatku
"Last boy Tahara Sinaga"
dia adalah temen yang mngajariku ngeblog.. berikut blognya:

dan post yang saya copy ini adalah post yg paling aku suka, karena ditulis dan di ambil gambar2nya oleh dia sendiri
berikut postnya:


Pendidikan yang lebih baik



-Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan perkembangan budi pekerti, pikiran, dan jasmani anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya- KI HAJAR DEWANTARA

Itulah makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh yang mengabdikan dirinya untuk kemajuan bangsa Indonesia melalui bidang pendidikan. Atas perjuangan beliau dalam memajukan pendidikan di Indonesia, maka ditetapkanlah tanggal lahir Ki Hajar Dewantara sebagai Hari Pendidikan Nasional, yaitu tanggal 2 Mei.

Lalu bagaimana kita memaknai Hari Pendidikan Nasional dimasa sekarang ini? seperti kita tahu bahwa pendidikan di Indonesia masih banyak yang perlu dibenahi. Seperti sistem pendidikan di Indonesia dan UN yang masih menjadi dilema di negeri ini.
Dan tahukah anda bahwa ada suatu "keanehan" di Indonesia, yaitu seorang dikatakan "cerdas" apabila ia memperoleh nilai yang baik saat mengikuti ujian tertulis. Hal inilah yang menyebabkan pendidikan di Indonesia seakan jalan di tempat, dan disebut sebagai teoristis saja. Lalu bagaimana dengan prakteknya di lapangan?? Sistem pendidikan seperti inilah yang salah di Indonesia. Seperti contoh dalam hal berperang, pasukan mana yang akan menang dalam pertempuran, pasukan yang mengerti teori senjata atau pasukan yang bisa menggunakan senjata??

Kenyataan yang kita lihat sekarang ini adalah bahwa Indonesia hanya memikirkan tentang bagaimana memperoleh nilai yang tinggi dalam pelajaran! bukan bagaimana agar pelajaran yang dipelajari dapat digunakan dan dipraktekan dalam kehidupan masyarakat. Maka timbulah ide pada pelajar Indonesia untuk melakukan hal berikut :
"yang penting saya bisa memperoleh nilai yang tinggi ! bisa melewati standar nilai tersebut, maka saya lulus !" Hal ini yang ada dalam pikiran pelajar Indonesia saat ini. Tanpa memikirkan bagaimana ilmu yang dipelajari dapat dipraktekan di masyarakat atau tidak !

Dan masalah sistem pendidikan yang masih menjadi dilema di Indonesia adalah UN, kenapa bisa begitu?? karena hidup-mati pelajar Indonesia bergantung pada UN, tanpa melihat perjuangan belajar yang dilakukan bertahun-tahun, tidak lulus UN ya silahkan mengikuti ujian ulang, yang ijazahnya masih diragukan oleh penyedia pekerjaan dan Universitas. Atau mengulang lagi dari awal? dengan biaya yang lebih besar, karena harus bersekolah 1 tahun lagi untuk mengikuti UN !!
 
Dan lagi sobat ! jika hidup-mati ditentukan oleh UN maka buat apa pelajaran tambahan yang lain? seperti Komputer, Sejarah, dan PKN ! bukankah sia-sia membuang biaya untuk keperluan pelajaran tersebut? karena hanya pelajaran tertentu yang dikeluarkan saat UN !! Kiranya perlu dipertimbangkan lagi akan tata cara pendidikan di Indonesia. Sepatutnya kita memegang teguh filsuf Ki Hajar Dewantara yang berbunyi : ING NGARSO SUNG TULADHA, ING MADYO MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI (Di depan memberi contoh, di tengah memberi teladan, di belakang memberi dorongan). Marilah kita bersama-sama membangun Indonesia dengan memberikan pelayanan pendidikan yang baik. Yakinlah bahwa negara yang rakyatnya cerdas, pastilah makmur ! Dan ingat bahwa kebodohan merupakan jalan dekat menuju kemiskinan.

Demikianlah tulisan ini saya buat, saya hanya manusia biasa, maka dari itu kritik dan saran akan saya terima dengan senang hati. Terima kasih :)

Kenapa tulisan diatas hebat???
bayangkan sendiri yang nulis anak SMA, kalo tidak salah waktu itu kelas 11  lhooo
saluutt

No comments:

Post a Comment

silahkan berkomentar dengan baik